PURNAMA KE-9
Tim merah putih keluar dari ruangan tempat penyelenggaraan lomba. Mereka menang menungguli banyak peserta lain dari universitas yang bahkan lebih bergengsi dibanding universitas mereka. Lingga tersenyum senang menatap rekan-rekannya. Tak sia-sia kerja keras mereka selama ini.
Dalam dua bulan kedepan mereka akan disibukkan dengan terjun ke lapangan untuk memasangkan generator hebat itu (begitu kata juri) ke Desa Semayang. Lingga dan beberapa anak Tim merah putih yang akan melaksanakan KKN juga dibebaskan dari KKN karena lomba ini. Mereka tidak perlu mengikuti KKN.
Tim merah putih mengadakan pesta kecil-kecilan sekaligus pelepasan untuk para relawan yang membantu di ruangan proyek. Namun Lingga tak melihat Sail disana. Indra mengadu pada Toni mengatakan bahwa ponsel Sail tak bisa dihubungi.
Lingga diam dan hanya menatap jauh ke jendela menatap hujan rinai yang mulai turun dari langit. Lingga teringat janjinya. ‘Bukankah aku akan menunjukkan kemenangan ini padamu’, kesal Lingga dalam hatinya. Lingga menghembuskan napasnya pelan.
***
